Matim, discoverynews. Id–Ada penjara yang tidak dibangun dari besi, penjara itu dibangun dari pembiaran.
Namanya Kampung Mengge.
Warga kampung mengge di kecamatan lamba leda, kabupaten manggarai timur, nusa Tenggara timur masih penjara di alamnya sendiri.
Mereka lahir dan tumbuh disana, tapi mereka tidak bisa keluar karena akses jalan belum dibangun.
Orang sakit harus di gendong menuju jalan beraspal di puskesmas weleng dengan jarak tempuh lima kilometer, begitupun sebaliknya dengan hasil pertanian mereka untuk dijual ke pengepul.
Mereka punya tanah yang subur hasil pertanian melimpah, namun miskin karna tidak memiliki akses jalan transportasi.
Penjara di Alam Sendiri.
Alam kampung mengge itu indah, Hutan masi lestari, air pegunungan masi jernih tanpa filter kotoran,keindahan itu justru menjadi kutukan ketika negara hadir dan memberi cap ‘Hutan Lindung’.
Pemerintah daerah takut menyentuh, pemerintah pusat hilang kabar, warga dibiarkan hidup antara hutan lindung tanpa ada kepastian.
Negara Memenjarakan Mereka Dengan Alasan Konservasi.
Padahal penjara yang paling kejam bukanlah penjara yang mengurung masa depan.
Dan itulah yang dirasakan warga dan anak anak kampung mengge hari ini, masa depan mereka terkurung karna tidak dibangun jalan yang bisa melintasi kendaraan.
Bangun jalan di kampung mengge butuh orang berhati baik dan punya rasa peduli.
Jangan biarkan mereka menjadi tahanan seumur hidup ditanah kelahiran sendiri, hanya karena Negara malas mengurus izin hutan lindung.
Kita yang mengunci mereka dengan diam, padahal mereka butuh dipeluk layaknya negara ini suda merdeka.








Komentar