Kupang, discoverynews. Id–Ikatan kaum intelektual(IKIF) mengecam keras krisis kelangkaan BBM subsidi jenis pertalite yang melumpuhkan aktifitas warga di daratan Pulau timor, nusa Tenggara timor dalam beberapa hari terakhir.
Ketua IKIF Marsel Nomeni menyebut kelangkaan ini sistematis dan tidak wajar, hampir semua dispenser pertalite di SPBU kosong, sementara pertamax nonsubsidi tersedia melimpah dengan harga Rp 16.000 per liter.
“Mendukung kuat adanya skenario bisnis terselubung oleh pertamina untuk menahan pasokan subsidi demi mendongkrak penjualan pertamax, ini pemaksaan dan penindasan ekonomi nyata terhadap masyarakat kecil,”tegas Marsel di kupang, (11/10/2026).
Menurutnya yang sangat terpukul adalah sopir angkut, ojek, pedagang kecil dan UMKM yang hidupnya bergantung pada BBM subsidi.
Kepala Bidang Aksi dan Partisipasi IKIF, Yasmin Utan, menilai ada kegagalan institusional yang fatal dari Ombudsman RI perwakilan NTT dan Polda NTT.
Kami menduga kuat Ombudsman dan Polda NTT melakukan pembiaran, mafia pelangsing dan spekulan BBM beroprasi kasatmata tapi tidak di tindak,ini kelemahan struktural yang mengorbankan hak konstitusional publik’, kata Yasmin.
Atas kondisi kritis IKIF Melayangkan tiga tuntutan:
1.Mendesak Pemprov NTT dan pemkot, pemkab se-daratan Timor untuk keluar dari sikap diam dan segera mengintervensi tata kelola distribusi BBM di hilir.
2.Menurut Pertamina patria niaga membuka transparansi kuota harian dan memulihkan stok pertalite di seluruh SPBU di daratan Timor.
3.Mendesak Kapolda NTT dan Ombudsman segera investigasi dugaan kingkalingkong oknum SPBU serta menindak tegas pihak yang mencari untung di atas penderitaan rakyat.
Marsel menegaskan hak masyarakatnya atas energi subsidi tidak boleh dikorbankan demi keuntungan korporasi.
Suara rakyat adalah hukum tertinggi kami akan kawal isu ini secara konsisten hingga hak ekonimi masyarakat timor dipulihkan’RED.











Komentar