Banten  

Simpang Tiga Cilegon Disorot, Dugaan Maraknya Warung Remang-Remang dan Praktik Prostitusi Jalanan


Cilegon, Discoverynews.id – Kawasan Simpang Tiga, yang dikenal sebagai salah satu titik strategis di pusat Kota Cilegon, tengah menjadi sorotan publik. Dugaan maraknya warung remang-remang dan kafe liar yang beroperasi hingga larut malam disebut-sebut menjadi pemicu meningkatnya aktivitas prostitusi terselubung di kawasan tersebut.

Pantauan di lapangan menunjukkan, hampir setiap malam kawasan ini dipadati pengunjung, terutama kalangan muda-mudi yang berkumpul di area taman kota dan sepanjang ruas jalan.

Deretan kendaraan roda dua tampak memenuhi sisi jalan, menandakan tingginya aktivitas malam di jantung kota tersebut.

Seorang pengunjung yang enggan disebutkan namanya mengaku kerap datang ke kawasan tersebut hanya untuk bersantai bersama rekan-rekannya.
“Hampir setiap malam saya dan teman-teman datang ke Simpang Tiga untuk nongkrong atau sekadar minum kopi di warung pinggir jalan arah Anyer,” ujarnya, Selasa (07/04/2026).

Namun, ia juga menyinggung keberadaan perempuan yang diduga menawarkan jasa secara terselubung.
“Kalau soal wanita malam, di sini memang bukan rahasia lagi. Biasanya setelah ada kesepakatan, mereka pergi ke penginapan sekitar Merak atau tempat lain,” tambahnya.

Pengakuan serupa disampaikan pria lain berinisial Robin. Ia mengklaim praktik tersebut sudah berlangsung cukup lama.
“Tarifnya relatif murah karena banyak pesaing. Hampir tiap malam mereka mangkal di sini. Padahal di sekitar kawasan ini ada kantor pemerintahan, termasuk Kantor Wali Kota, Polres, Koramil, dan DPRD. Tapi aktivitas itu seperti tidak tersentuh,” ujarnya.

Kawasan Simpang Tiga sendiri berada tidak jauh dari sejumlah kantor instansi penting, seperti Polres Cilegon dan DPRD Kota Cilegon.

Masyarakat pun mempertanyakan efektivitas pengawasan dan penertiban yang dilakukan aparat terkait, khususnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat. Dugaan lemahnya pengawasan dinilai dapat memperburuk citra kawasan pusat kota yang seharusnya menjadi wajah representatif daerah.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kota maupun aparat penegak hukum terkait dugaan maraknya aktivitas tersebut.

Warga berharap ada langkah konkret dan terukur guna menjaga ketertiban umum serta norma sosial di kawasan Simpang Tiga, agar pusat Kota Cilegon tetap kondusif dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.

(F.G)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *