Kabupaten Tangerang,|™DiscoveryNews.com – Pemerintah Kelurahan Mauk Timur, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, menggelar kegiatan sosialisasi upaya penanggulangan sampah sebagai langkah konkret menjawab persoalan lingkungan yang kian kompleks.

Kegiatan berlangsung di Kantor Kelurahan Mauk Timur dan dihadiri oleh unsur pemerintah, pendidikan, serta aparat kewilayahan.
Lurah Mauk Timur, Balap, S.IP, dalam sambutannya menyampaikan bahwa persoalan sampah bukan lagi isu sepele, melainkan persoalan bersama yang membutuhkan komitmen dan aksi nyata dari seluruh elemen masyarakat.
“Permasalahan sampah hari ini sudah cukup serius dan menjadi tantangan besar. Kita tidak bisa lagi saling menyalahkan, tetapi harus mencari solusi bersama, mulai dari hulu hingga hilir,” ujar Balap.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bhabinkamtibmas (Binamas), Babinsa (Bebinsa), para Kepala Sekolah SD dan SMA di wilayah Mauk Timur, para
Kepala UPT, perwakilan UPT Pendidikan, serta unsur Kecamatan Mauk. Kehadiran lintas sektor ini menjadi bukti bahwa penanganan sampah memerlukan sinergi bersama.
Dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif, sejumlah persoalan mendasar terungkap, di antaranya kebiasaan membuang sampah sembarangan, keterbatasan tempat pembuangan, serta minimnya armada pengangkutan sampah.
Salah satu narasumber menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat. “Masalahnya bukan hanya pada kebiasaan membuang sampah sembarangan, tetapi juga pada ketersediaan fasilitas. Jika tempat sampah tidak disiapkan, maka masyarakat cenderung membuang di sembarang tempat. Ini seperti pertanyaan klasik, mana dulu yang harus dibenahi,” ungkapnya.
Data yang dipaparkan dalam diskusi menyebutkan bahwa di wilayah Mauk Timur terdapat sekitar 16 RT dan 5 RW, dengan jumlah penduduk yang cukup padat. Namun, ketersediaan armada pengangkutan sampah dinilai masih belum memadai untuk menjangkau seluruh wilayah secara optimal.
Selain itu, dalam sosialisasi juga dijelaskan perbedaan sampah organik dan non-organik. Sampah organik seperti sisa makanan dan kulit buah dapat terurai secara alami dan berpotensi diolah menjadi kompos, sedangkan sampah non-organik memerlukan penanganan khusus agar tidak mencemari lingkungan.
Perwakilan dari unsur pendidikan menyatakan kesiapan untuk mendukung program ini melalui edukasi kepada siswa sejak dini. Sekolah diharapkan menjadi garda terdepan dalam
membangun kesadaran lingkungan, sehingga budaya membuang sampah pada tempatnya dapat tertanam sejak usia sekolah.
Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga menyampaikan komitmennya untuk turut mengawasi dan mengedukasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus mendorong partisipasi aktif warga dalam kegiatan kerja bakti dan pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Di akhir kegiatan, disepakati beberapa langkah strategis, antara lain:
Pendataan kebutuhan tempat sampah di setiap RT/RW.
Evaluasi dan penambahan armada pengangkutan sampah.
Pembentukan tim penggerak kebersihan di tingkat kelurahan.
Penguatan edukasi pemilahan sampah organik dan non-organik.
Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal perubahan nyata di Kelurahan Mauk Timur. Pemerintah kelurahan menegaskan bahwa keberhasilan program penanggulangan sampah sangat bergantung pada kesadaran kolektif masyarakat.
“Kalau kita ingin lingkungan yang bersih dan nyaman, maka disiplin membuang sampah pada tempatnya harus dimulai dari diri sendiri. Pemerintah akan menyiapkan sistemnya, tetapi masyarakat juga harus siap menjalankannya,” tutup Balap.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, Kelurahan Mauk Timur optimistis mampu mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Penulis : Eneng/ Red.












