oleh

Kabut Asap Pekat Bandara Internasional Supadio: Lumpuhkan 30 Penerbangan Gagal Mengangkasa akibat Jarak Pandang Hanya 100-300 Meter

KALBAR,KUBU RAYA | Discoverynews ~ Langit di atas Kalimantan Barat berubah menjadi abu-abu pekat pada Minggu, 13 September 2026, ketika kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan mengepung kawasan Bandara Internasional Supadio, Pontianak. Suasana di terminal keberangkatan yang biasanya dinamis mendadak berubah menjadi penantian panjang yang penuh ketidakpastian bagi ribuan calon penumpang. Pandangan mata yang terbatas memaksa otoritas penerbangan mengambil tindakan tegas demi menghindari potensi bencana di udara. Sebanyak 30 jadwal penerbangan, baik kedatangan maupun keberangkatan, terpaksa dibatalkan secara serentak karena kondisi atmosfer yang dinilai sangat membahayakan keselamatan jiwa.

Krisis transportasi udara ini mencapai puncaknya ketika alat pemantau cuaca mencatat jarak pandang horizontal turun drastis hingga menyentuh angka kritis, yaitu hanya 100 meter. Jarak yang sangat terbatas ini jauh berada di bawah ambang batas aman untuk proses lepas landas maupun pendaratan pesawat komersial. Buruknya visibilitas membuat para pilot tidak memiliki ruang toleransi yang cukup untuk memandu si burung besi dengan aman. Akibatnya, deretan pesawat terlihat tertahan di apron bandara, diselimuti bayangan tirai asap tebal yang tak kunjung terurai oleh hembusan angin.

Di dalam gedung terminal, ribuan penumpang menumpahkan kecemasan dan kepasrahan mereka saat mengantre di loket penanganan penundaan penerbangan. Salah satu penumpang terdampak, Andre, mengutarakan pengalaman ketidakpastian yang dialaminya bersama para calon penumpang lain sejak pagi hari. Kendati harus merelakan agenda pentingnya berantakan, ia mengaku sangat memahami keputusan sulit yang diambil oleh pihak maskapai demi prioritas keselamatan penerbangan. Menurut pandangannya, memaksakan burung besi mengudara menembus partikel asap serapat itu hanya akan menyerahkan nyawa pada risiko yang terlalu besar.

Hingga menjelang sore hari, kepulan asap yang menyengat di sekitar area landasan pacu belum menunjukkan tanda-tanda akan terurai. Otoritas bandara bersama BMKG terus memantau pergerakan titik panas dan arah angin guna menentukan langkah mitigasi selanjutnya. Pihak maskapai pun sibuk melayani proses penjatuhan ulang jadwal penerbangan hingga pengembalian dana tiket bagi penumpang yang terdampak. Peristiwa ini menjadi teguran keras akan dampak nyata krisis lingkungan, di mana kabut asap tak hanya merenggut kesegaran udara, tetapi juga berhasil menghentikan total urat nadi transportasi udara Kalimantan Barat.

(Tim/Red)

Komentar