Jakarta, Discoverynews.id– kartunis Sudi Purnomo yang dikenal Non-O menggelar pameran kartun bertajuk Kartun Tamba Getun Retrospeksi: 50 tahun mengartun.
Bertempat di Balai Budaja, Menteng, Jakarta pada 21 September 2026, sekitar 400 karya kartun terpajang di galeri tersebut.
Dalam sambutanya kartunis Non-O mengatakan tamba getun merupakan obat pelipu lara dan obatnya adalah humor.
“Jadi tamba getun itu artinya sebagai obat pelipur lara atau obat kekecewaan. Selama beberapa tahun terakhir ini kita banyak sekali hal-hal yang terjadi dua tahun ini ternyata banyak hal yang di luar dari keinginan rakyat, jadi mudah-mudahan dengan kartun yang lucu seperti ini paling tidak memberikan sedikit hiburan” ujarnya.
Non-O juga menyampaikan selama 50 tahun berkarya di berbagai media cetak, ia menggambarkan berbagai peritiwa yang terjadi selama kurun waktu tersebut.
“Selama kurun waktu 50 tahun saya banyak menggambar manusia,kejadian-kejadian penegakan hukum, tentang peraturan hukum yang ugal-ugalan, tentang kemiskinan, tentang ketimpangan sosial, tentang bencana, tentang korupsi, kolusi, dan sebagainya” tuturnya.
Kesempatan yang sama Kurator acara ini, Itok Isdianto mengatakan kartunis Non-O memiliki karater tersendiri dari keindahan dan kebebasannya.
“Selamat atas pameran esai bergambarnya. Terima kasih terus selalu mengabadikan dan memberi kita inspirasi. Terima kasih” ujarnya.
Disamping itu Chryshnanda Dwilaksana selaku Pembina Yayasan Balai Budaja mengatakan pengalaman 50 tahun padat namun dipersingkat.
“Selama 50 tahun padat tetapi dipersingkat. Jadi apa yang ada di isi kepalanya itu sebetulnya banyak sekali yang ingin disampaikan tapi ya inilah yang muncul” ujarnya.
Sebelumnya Non-O merupakan kartunis yang telah eksis diberbagai berbagai kelompok media, antara lain Tempo Group, Selecta Group, Kartini Group, serta Kompas Gramedia Group.
Ia juga pernah menjadi kartunis di Sinar Harapan dan Suara Pembaruan, serta bekerja sebagai kartunis lepas di berbagai media cetak seperti Kompas.
Kariernya terus berkembang. Bahkan ketika Sinar Harapan dibredel pada 1986, ia pun terus eksis sebagai kartunis.
Hingga pada awal 1990-an, ia dipercaya mengelola majalah Humor sebagai redaktur artistik.
Pada 2014, ia menjadi salah satu pengajar Workshop Merancang Kartun Editorial yang diselenggarakan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Berlanjut 2023, ia menggelar pameran tunggal “Kartun Agawe Rukun” di Balai Budaja, Jakarta. Pameran yang berlangsung 11-19 Juli itu menampilkan sekitar 122 karya, terdiri atas kartun, lukisan, dan ilustrasi.
Pada tahun yang sama, karya Non-O juga hadir dalam pameran karikatur “Gitu Aja Kok Repot, Politik Mesem, Adem Ayem”, bersama sejumlah kartunis dan karikaturis Indonesia. Pameran tersebut digelar di sejumlah kota sebagai bagian dari refleksi menjelang Pemilu 2024.
Tercatat pada Juli 2026 tahun ini, karya Non-O juga hadir pada Pameran Kartun Pakarti “Indonesia Ha Ha Hi Hi 2026”.
Perjalanan itu memperlihatkan bahwa ketika rumah lama bernama media cetak semakin ditinggal Non-O menemukan ruang baru yakni pameran dan ruang digital.
















Komentar