PONTIANAK, Discoverynews.id – Angin segar kini tengah berembus bagi para pilar keagamaan dan pengabdi sosial di sepanjang kawasan Kota Khatulistiwa. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak Jumat (02/10/2026).
Satarudin, secara tegas mendorong perluasan jangkauan kuota pendataan guru ngaji terdaftar agar dapat menembus angka ideal hingga 1.000 orang penerima.
Langkah strategis tersebut diambil guna memperluas jangkauan apresiasi serta perhatian dari pemerintah daerah, mengingat jumlah pendataan saat ini baru mampu mencakup sekitar 600 pengajar Al-Quran yang terverifikasi.
Upaya percepatan perluasan kuota ini dinilai sangat mendesak demi memastikan seluruh aspirasi para pengabdi masyarakat yang selama ini berjuang di garis depan dapat terakomodasi secara menyeluruh dan berkeadilan.
Dalam keterangannya, Satarudin menggaris bawahi bahwa ketersediaan tenaga guru ngaji serta petugas fardu kifayah di kawasan pemukiman warga saat ini masih sangat membutuhkan perhatian ekstra agar tidak mengalami kelangkaan di tingkat basis.
Oleh karena itu, ia mengimbau secara terbuka kepada seluruh elemen pengabdi keagamaan yang belum masuk dalam basis data resmi untuk segera mendaftarkan diri ke Pemerintah Kota Pontianak melalui jalur yang telah disediakan.
Proses pendaftaran dan verifikasi data ini menjadi pintu masuk yang sangat krusial agar para pejuang spiritual tersebut memiliki legalitas formal untuk menerima alokasi dana insentif berkala dari anggaran belanja daerah.
Kebijakan ini dihadirkan sebagai wujud komitmen nyata serta bentuk penghargaan atas dedikasi tanpa lelah yang ditunjukkan para guru ngaji dan petugas fardu kifayah dalam menjaga nilai moral serta tatanan sosial masyarakat.
Pendataan yang presisi serta pemenuhan kuota target penerima insentif ini dipandang sebagai agenda prioritas daerah yang harus segera ditindaklanjuti secara cepat demi memperkokoh ketahanan spiritual warga Kota Pontianak.
(Sony Afrizal)
















Komentar