WASHINGTON, discoverynews.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memprediksi perang dengan Iran akan segera berakhir. Ia juga memperkirakan harga minyak dunia bakal turun tajam setelah konflik tersebut berakhir.
Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di Montana, Amerika Serikat, pada Rabu malam waktu setempat. Pernyataan tersebut dilaporkan Anadolu Agency, kantor berita internasional yang berbasis di Turki, pada Kamis (15/10/2026).
“Perang Iran akan segera berakhir. Segera, karena mereka menginginkannya berakhir,” kata Trump kepada wartawan.
Trump juga menegaskan bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir. Ia mengaitkan berakhirnya konflik dengan kemungkinan penurunan harga minyak secara signifikan.
“Mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir, dan harga minyak akan turun drastis,” ujarnya.
Dalam kesempatan sebelumnya, saat berpidato di sebuah acara kampanye di Montana, Trump mengungkapkan ketidakpastian mengenai siapa pejabat Iran yang saat ini menjadi mitra perundingan Amerika Serikat.
Trump juga mengklaim kemampuan militer Iran telah melemah akibat operasi militer yang berlangsung selama konflik. Namun, pernyataan tersebut merupakan klaim dari pihak Amerika Serikat dan tidak seluruhnya dapat dianggap sebagai fakta yang telah diverifikasi secara independen.
Prediksi Trump mengenai penurunan harga minyak muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Konflik tersebut turut memengaruhi distribusi energi global, terutama melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan minyak dan gas alam cair dunia.
Meski demikian, berakhirnya perang tidak serta-merta menjamin harga minyak langsung anjlok. Pergerakan harga masih bergantung pada keamanan jalur pelayaran, kelancaran pasokan, biaya transportasi, serta perkembangan geopolitik di kawasan tersebut.
Laporan Reuters pada 14 Oktober 2026 menunjukkan bahwa harga minyak justru sempat menguat di tengah meningkatnya risiko terhadap pengiriman energi dan serangan terhadap kapal-kapal di kawasan Teluk.
Karena itu, realisasi prediksi Trump akan sangat bergantung pada perkembangan negosiasi dan kepastian berakhirnya konflik, bukan hanya pernyataan politik.
Sumber: Anadolu Agency dan Reuters.















